Jenis - jenis Hoist Crane Nippon

1. Nippon Hoist pada Overhead Crane

Overhead crane merupakan jenis crane yang paling umum digunakan di lingkungan industri. Sistem ini dirancang untuk mendukung proses pengangkatan dan pemindahan beban secara efisien di dalam area produksi, gudang, maupun fasilitas fabrikasi.

Secara struktur, overhead crane terdiri dari beberapa komponen utama. Girder berfungsi sebagai balok utama tempat hoist bergerak secara horizontal. Girder ini ditopang oleh end carriage, yaitu unit diujung girder yang memungkinkan crane bergerak maju dan mundur mengikuti rel. Rel tersebut dipasang pada runway beam yang umumnya terpasang pada struktur bangunan.

Salah satu kelebihan utama overhead crane adalah kemampuannya dalam menangani beban ringan sampai berat serta meng-cover hampir seluruh area produksi. Selain itu, sistem ini relatif mudah dalam proses pemasangan, perawatan, maupun fabrikasi, sehingga banyak digunakan sebagai solusi pengangkatan jangka panjang di industri.

Overhead crane dibedakan menjadi single girder dan double girder. Overhead crane single girder menggunakan satu balok utama dan umumnya diaplikasikan untuk kapasitas angkat ringan hingga menengah. Jenis ini masih dibagi lagi menjadi I-beam single girder dan box single girder, yang pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan bentang (span), kapasitas angkat, serta kondisi operasional.

Sementara itu, overhead crane double girder menggunakan dua balok utama yang memberikan kekuatan dan kestabilan struktur yang lebih tinggi. Sistem ini cocok untuk pengangkatan beban berat dan penggunaan dengan intensitas tinggi. Pada overhead crane double girder, hoist berjalan di atas girder, sehingga memungkinkan kapasitas angkat yang lebih besar serta ruang angkat (lifting height) yang lebih optimal.

Dalam perencanaan struktur overhead crane, aspek defleksi girder menjadi salah satu parameter penting. Di Indonesia, defleksi yang umumnya diizinkan adalah 1/800 dari panjang girder (span). Namun, nilai ini dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan, misalnya menjadi 1/1000 atau 1/1250, dengan catatan tetap memperhatikan kekuatan struktur secara keseluruhan. Semakin kecil nilai defleksi yang diinginkan, maka dimensi girder yang dibutuhkan akan semakin besar.

2. Nippon Hoist pada Gantry Crane

Gantry crane merupakan salah satu sistem hoist crane yang memiliki bentuk menyerupai gawang, dengan struktur utama berdiri di atas lantai. Jenis crane ini dirancang untuk aplikasi pengangkatan di area yang tidak memungkinkan penggunaan overhead crane, baik karena keterbatasan struktur bangunan maupun kondisi lokasi kerja.

Secara konstruksi, gantry crane terdiri dari girder sebagai balok utama tempat hoist bergerak, yang ditopang oleh dua kaki penopang di sisi kanan dan kiri. Kaki penopang ini dilengkapi dengan roda yang bergerak di atas rail yang terpasang di tanah, sehingga crane dapat berpindah secara horizontal sepanjang area kerja tanpa bergantung pada struktur bangunan.

Penggunaan gantry crane sangat sesuai untuk area yang tidak memiliki struktur utama, seperti area outdoor, maupun bangunan yang memiliki struktur tetapi tidak dirancang untuk menopang beban overhead crane. Dengan sistem penopang mandiri, gantry crane memberikan fleksibilitas dalam perencanaan tata letak serta kemudahan dalam pemasangan.

Dari sisi kapasitas, gantry crane dapat digunakan untuk menangani beban ringan hingga beban berat, tergantung pada desain struktur dan spesifikasi komponen yang digunakan. Oleh karena itu, jenis crane ini banyak diaplikasikan pada area fabrikasi outdoor, pelabuhan, serta area produksi yang membutuhkan sistem pengangkatan dengan jangkauan area yang luas dan konstruksi yang kokoh.

3. Nippon Hoist pada Semi Gantry Crane

Semi gantry crane merupakan sistem hoist crane yang menggabungkan konsep overhead crane dan gantry crane. Pada sistem ini, satu sisi crane bertumpu pada runway beam yang terpasang pada struktur bangunan, sementara sisi lainnya ditopang oleh satu kaki penopang yang bergerak di atas rail di lantai.

Konfigurasi tersebut membuat semi gantry crane cocok digunakan pada area yang memiliki bentang (span) sangat panjang, sehingga tidak memungkinkan pemasangan overhead crane secara penuh. Selain itu, jenis crane ini juga sering digunakan pada area kerja yang hanya membutuhkan pengangkatan di zona tertentu, tanpa harus meng-cover seluruh area bangunan.

Dari sisi kapasitas dan desain, semi gantry crane memiliki karakteristik yang serupa dengan overhead crane. Sistem ini tersedia dalam konfigurasi single girder maupun double girder, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas angkat, intensitas penggunaan, serta kondisi struktur di lapangan.

4. Nippon Hoist pada Jib Crane

Jib crane merupakan jenis sistem crane yang terdiri dari lengan horizontal (jib) dan tiang atau kolom sebagai struktur penopangnya. Sistem ini dirancang untuk kebutuhan pengangkatan di area tertentu dengan jangkauan yang terbatas, namun tetap memberikan kemudahan dan efisiensi dalam proses kerja.

Jib crane dapat dipasang dengan dua metode utama, yaitu dipasang pada tiang atau kolom berdiri dan dipasang pada dinding bangunan. Pada bagian lengan horizontal, hoist bergerak untuk mengangkat dan memindahkan beban sesuai kebutuhan operasional. Lengan ini dapat berputar dengan sudut 180 derajat hingga 360 derajat, tergantung pada desain dan konfigurasi yang digunakan.

Dibandingkan dengan sistem crane lainnya, jangkauan jib crane relatif lebih pendek. Namun, keunggulan utamanya terletak pada kemudahan akses dan pengoperasian di area kerja tertentu. Oleh karena itu, jib crane sangat cocok digunakan pada workstation, bengkel perawatan, dan area kerja lokal yang membutuhkan pengangkatan cepat dan terkontrol.

Dari sisi kapasitas, jib crane umumnya digunakan untuk beban berkisar antara 1 hingga 5 ton. Sementara itu, tinggi pengangkatan (lifting height) yang umum diterapkan berada pada rentang 6 hingga 8 meter, menyesuaikan dengan kondisi bangunan dan kebutuhan aplikasi di lapangan.

5. Nippon Hoist pada Wall Travelling Jib Crane

Wall jib travel crane merupakan sistem crane yang memiliki bentuk menyerupai cantilever dan dipasang pada sisi dinding bangunan. Jenis crane ini dirancang untuk melayani area kerja yang berada di dekat dinding, sehingga tidak memerlukan ruang lantai tambahan untuk struktur penopang.

Secara fungsi, wall jib travel crane meng-cover area kerja yang berada di sepanjang dinding. Sistem ini sangat sesuai digunakan pada lini produksi yang berada dekat dinding, terutama pada area yang membutuhkan pengangkatan dan pemindahan material secara berulang dengan jalur yang teratur.

Berbeda dengan jib crane pada umumnya yang dapat berputar, wall jib travel crane tidak memiliki pergerakan putar atau hanya memiliki pergerakan terbatas. Sebagai gantinya, lengan crane dapat bergerak secara horizontal mengikuti jalur di sepanjang dinding, sehingga area kerja dapat dilayani secara linear.

Karena karakteristik tersebut, wall jib travel crane banyak digunakan pada proses perakitan dan area produksi dengan tata letak memanjang, di mana efisiensi ruang dan kemudahan akses menjadi pertimbangan utama.

6. Nippon Hoist pada Monorail Crane

Monorail crane merupakan salah satu tipe overhead crane yang dirancang untuk pergerakan satu arah, yaitu maju dan mundur mengikuti satu jalur rel. Sistem ini digunakan pada area kerja dengan alur pemindahan material yang sudah tetap dan tidak memerlukan pergerakan ke samping seperti pada overhead crane konvensional.

Penggunaan monorail crane sangat cocok untuk area perakitan dan proses produksi lainnya yang memiliki urutan kerja jelas. Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah fleksibilitas jalur rel, di mana jalur monorail dapat disesuaikan dengan bentuk area kerja, baik lurus, melengkung, maupun memiliki belokan tajam, sesuai kebutuhan di lapangan.

Dari sisi kapasitas, monorail crane umumnya digunakan untuk beban kecil hingga menengah. Struktur rel yang digunakan biasanya berupa I-beam, dengan tinggi pengangkatan (lifting height) berkisar antara 6 hingga 12 meter, tergantung pada kondisi bangunan dan desain sistem.

Untuk sistem penggerak, trolley pada monorail crane dapat menggunakan motor listrik maupun digerakkan secara manual dengan tarikan tangan. Pemilihan jenis penggerak ini disesuaikan dengan kapasitas angkat, frekuensi penggunaan, serta kebutuhan operasional di area kerja.

7. Nippon Hoist pada Underhung Crane

Underhung crane dapat dikatakan sebagai versi overhead crane terbalik, karena posisi rel berada di atas girder. Pada sistem ini, girder tidak berada di atas rel, melainkan digantung oleh end carriage yang bergerak mengikuti rel.

Rel underhung crane umumnya dipasang pada struktur langit-langit bangunan, sehingga sistem ini banyak digunakan pada area yang tidak memiliki struktur di samping bangunan untuk menopang runway beam seperti pada overhead crane konvensional. Dengan memanfaatkan struktur atap yang ada, underhung crane menjadi solusi yang efektif untuk kondisi bangunan tertentu.

Secara konstruksi, end carriage bergerak di rel yang terpasang di langit-langit dan berfungsi menopang girder yang menggantung di bawahnya. Konfigurasi ini memungkinkan crane menjangkau area kerja dengan lebih optimal, sehingga area angkat dapat dimaksimalkan.

Dari sisi kapasitas, underhung crane umumnya digunakan untuk beban kecil hingga menengah, dengan tinggi pengangkatan (lifting height) berkisar antara 6 hingga 12 meter, tergantung pada desain struktur dan kondisi bangunan. Sistem ini cocok untuk aplikasi industri yang membutuhkan efisiensi ruang serta jalur pengangkatan yang rapi dan terkontrol.

 

 

Jika ada kebutuhan terkait hoist crane nippon, bisa hubungi saya di sini.